#navbar-iframe { height:0px; visibility:hidden; display:none }

Rabu, 12 Oktober 2016

Kabut regulo

Dikala semua hiruk pikuk kedidupan memenuhi diri,
Saat itulah hati merindukan kedamaian jiwa
Kedamaian yang mampu melunturkan selurh gelisan,
Membius diri tuk tetap terbaring mencari kehanatan yang terselunti kabut
Aku sering berteriak tuk melepas semua kepengatan jiwa
Tapi disini aq tak perlu berteriak
Karena hening telah mennyeret segala kepengatan
Pergi dari hati dan fikiran
Embun pun ikut memmerangi kegundahan hati
Bersama dengan dingin air
Sungguh sempurna pasukan keheningan kabut,embun,dan air
Untuk engoyak setiap keraguan di jiwa untuk kembali mecetak sejarah

Dan mengembalikan semangat yang menjadi tawanan kebosanan

Selasa, 23 Agustus 2016

Sebatas Lensa


Cukup,
Cukup seukuran frame kamera yg di bentuk oleh lensa,
Cukup hanya lewat lensa,
Jangan sampai dunia nyata,karena semua semu belaka..
Lensa, 
Aku tak mau menjadi gambar hasil lensa,
Karena aku nyata,
Punya mata,telinga,hati dan rasa…
Rasa yang membuat aku mencinta,..
Lewat lensa aku cinta,tapi itu hanya sebingkai kamera yang terbatas
Terbatas hanya pada satu titik yang di tumpukan,
Senang, sedih..
Dunia nyata tak terbatas bingkai kamera
Yang penuh dengan keterbatasan senang dan sedihnya
Tak selamanya menjadi senang,dan tak selamanya menjadi sedih..
Karena Tuhan punya batas sendiri untuk bingkai dunia nyata ini,
Lupakan bingkai karena lensa itu,
Jangan pernah girang terbayang akan menjadi nyata
Suata bingkai yang kita buat oleh lensa..
Cukuplah di lensa,
Cukuplah menjadi bingkai bahagia,
Jangan pernah menjadi nyata,
Jangan pernah mendustakan rasa,
Dan akupun tak berharap kita nyata karena lensa yang menghubungkan kita,
Cukup begini,aku cukup bahagia,
Aku nyata,dan tak sebatas gambar oleh lensa,