#navbar-iframe { height:0px; visibility:hidden; display:none }

Kamis, 26 Desember 2019

Kompor Lapang



Beberapa jenis kompor yang harus kamu ketahui oleh sahabat pendaki

1. Kompor Parafin.




ini adalah kompor yang menggunakan bahan bakar parafin. Pasti pendaki tahun 90'an pernah pakai ini kan. Kelebihan dari kompor ini adalah bahan bakarnya tahan segala medan, mau hujan ataupun angin tetap kuat.


Kekurangan dari kompor ini, api nya tidak stabil dan bau nya cukup menyengat

2. Kompor Spirtus.








Kompor ini menggunakan bahan bakar spirtus. Kelebihan dari kompor ini adalah, bahan bakar nya mudah dicari dan hampir bisa di temukan di seluruh indonesia.


Kelemahan dari kompor ini, api tidak stabil dan terkadang memasaknya cukup membutuhkan waktu lama

3. Kompor Gas.








Nah klo kompor ini, hampir kebanyakan pendaki sekarang menggunakan ini. Kelebihan dari kompor ini adalah, api yang stabil dan bisa diatur. Selain itu memasak menggunakan ini, relatif cepat matang. Kelemahan dari kompor ini adalah, kompornya rawan rusak. jika kompor bagian mulutnya bocor, otomatis kompor tidak akan berfungsi

klo kmu suka kompor yang seperti apa?




Senin, 17 Juni 2019

SILA

Dia bukan orang yang membuatku jatuh cinta pada pandangan yang pertama. malahan hapir satu tahun chat pertama darinya aku abaikan, bahkan setelah aku balas dan saling berbalas aku sempat mengabaikan kembali hampir satu tahun.
suatu ketikan saat tanpa kerjaan dan iseng iseng, aku membuka chat chat facebook, aku melihat bahwa aku memiliki janji pada seseorang, ya.... janji ku padanya. bukan janji yang besar, namun janji tetaplah janji. aku menjaci foto yang sudah lama aku janjikan. aku cari di tiap flasdik, komputer, akun google. ternyata aku menemukannya foto foto yang mempertemukan kami. bahkan kalo boleh jujur waktu itu aku kurang sadar kalo ada dia di kegiatan itu. bukannya sombong, hanya saja waktu itu aku membawa siswa siswi di sekolah tempat aku mengajar, hingga tidak menyadari ada salah satu ciptaan tuhan yang begitu indah.

Aku berinisytif meminta nomor telfonnya agar aku mudah mengirim foto yang sudah aku janjikan, waktu itu tidak ada niatan sedikitpun untuk modus. murni ingin melunasi janji dan asal tau saja
kala itu aku sedang dekat dengan gadis dari kota pecel.(baca kisah ini )
setelah aku dapat langsung aku coba hubungin dan ternyata bener dia, kami mengobrol seputar foto dan berkenalan satu sama lain. sekitar satu minggu ngonbrol lewat chat dan harus berhenti karena hp hilang dan memang kala itu aku sedang dekat  dekat dengan gadis dari kota pecel, aku pun terfokus dengan gadis kota pecel (aku memanggilnya Panda) walaupun akhirnya kandas juwa.

Satu tahun berselang aku kembali menghubungi nya dan mengirimkan foto foto yang ku janjikan, kami kembali mengobrol melalu chat, hari demi hari kami menjadi kian akrab satu dengan lain. sampai akhinya aku berniat mengajaknya naik gunung,karena aku tau dia juga punya hobi yang sama. cukup sulit awalnya untuk mengajaknya karena kesibuka masing masing, mungkin ia sedikit menghidar atau apalah semua belum jelas, namun akhirnya pendakian itu terjadi, gunung prau tujuan kami.

Di pendaikan ini aku tak berangkat sendiri dari jawa timur ada teman ku yang ikut. sengaja agar semakin asik dan menghidari rasa canggung antara aku dan dia. bagai mana tidak canggung nantinya ini pertemuan pertama 'walaupun dahulu pernah satu kegiatan namun dengan pertemuan awal yang seperti diatas aku fikir pendakian inilah yang pertemuan sebenarnya aku dan dia.

bersambung

Senin, 24 September 2018

Tunggu Aku

 
sunrise kala itu
kurangkai kata dibenak ku 
sambil berdendang ku coba tuliskan lagu 
ceritakan tentang indah wajahmu 
 
khayalanku pun menari - nari 
kubayangkan jika kau ada disini 
menulis dan bernyanyi bersamaku 
 
menulis kisah tentang kau dan aku 
 
nantikan ku datang 
jumpai dirimu 
habiskan malam bersamamu 
 
jagalah hatimu 
tunggulah diriku 
ku kan kembali bersamamu
bersamamu 
 
kuingat saat kau tersenyum 
menggenggam tanganku waktu hujan turun 
betapa kurindukan saat itu 
 
dan bila suatu hari nanti 
ku kan pergi lagi tuk mengejar mimpi 
kan ku simpan senyummu dalam hati 
tuk bekalku bermimpi dimalam hari 
 
nantikan ku datang 
jumpai dirimu 
habiskan malam bersamamu 
 
jagalah hatimu 
tunggulah diriku 
ku kan kembali bersamamu 
 
kupendam semua rasa rindu ku kepadamu 
ku kuatkan hati jalani hidup disini 
tenangkan jiwamu ku pasti kan kembali 
bersamamu 
 
nantikan ku datang 
jumpai dirimu 
habiskan malam bersamamu 
 
jagalah hatimu 
tunggulah diriku 
ku kan kembali bersamamu
ku menti
 

Selasa, 10 April 2018

Belum Punah






Tanpa sengaja ku dengar lagu

Ku sukaanmu sewaktu dulu

Deras cerita membanjiri diriku

Tentang caramu melukis tawaku



Kau yang menuntun

Aku yang menuntut




Kisah kita sangat indah

Hingga perlahan berubah

Kau yang terlalu mengalah

Hadapiku yang



Kadang kurasa bersalah

Kenapa dulu berpisah

Kini kau telah menikah

Namun rasa belum punah




Selalu ada satu orang

Teristimewa tak tergantikan

Ku hanya rindu kita yang dulu

Tidka bermaksud curi hatimu



Kau telah dengannya

Aku pun juga sama




Kisah kita sangat indah

Hingga perlahan berubah

Kau yang terlalu mengalah

Hadapiku yang




Kadang kurasa bersalah

Kenapa dulu berpisah

Kini kau telah menikah

Tinggalkan hati yang patah




Memaksaku untuk pasrah

Meski rasa belum punah

Senin, 15 Januari 2018

Miss you story

Seperti berjalan mundur.
Menjejak kenangan dan cerita di masa lalu.
Kisah yang sebenarnya tak pernah benar-benar hilang.
Hanya mungkin tertutup oleh peristiwa masa kini.
Tak pernah habis rindu ini.
Entahlah selalu saja ada air mata yang mengiringi rinduku pada nya.
Kemarin dan hari ini sudah berbeda.
Biarlah kita menikmati setiap kenangan dalam bayangan saja.
Tak perlu dan tak usah sampai harus mengulangnya.
Di depan masih begitu banyak cerita.
Meskipun kita sudah tak sama-sama.

Rinduku.
Bersama senyum dan air mata.
Ku bisikkan pada angin.
Semoga rindu ini tersampaikan.


Selasa, 28 November 2017

2 ABG Di Gunung Semeru




Namaku burhan, tinggiku 170 cm dan berat 59 kg.
Kejadian ini terjadi pada waktu aku melakukan pendakian gunung semeru bersama teman temanku. Lόkasiku saat itu berada dekat base camp kalimati. Aku sedang beristirahat sendirian disini. Tadi malam aku bersama teman-temanku 5 όrang sudah melakukan pendakian menuju puncak semeru dan telah berhasil mencapai puncak mahameru jam 6 pagi tadi.

Aku memutuskan tetap disini dulu karena masih ingin menikmati suasan, sementara teman-temanku sudah pada turun gunung semua, menuju ranu kumbolo.

Sόre itu pukul 15.10 WIB, aku baru saja selesai menyeduh kόpi instanku, ketika tiba-tiba dari arah semak belukar arah barat muncul 2 όrang cewek dengan baju dan kόndisi acak-acakan.
”Halό Mas?” sapa salah satu cewek itu padaku.
Cewek yang kutaksir berusia 18 tahun kelihatannya anak SMA, rambutnya pendek seperti aktris Agnes Mόnica. Sedangkan temannya yang satu berambut panjang sebahu mirip-mirip bintang sinetrόn Bunga lestari.
”Halό juga” jawabku menyembunyikan kekagetanku karena munculnya yang tiba-tiba, sempat terpikir ada setan atau penunggu gunung ini yang mau menggόdaku.
”Lόh, dari mana, kόk berduaan aja?” tanyaku cόba berbasa-basi.
”Iya, kita tadi misah dari rόmbόngan, terus nyasar pas turun dari puncak ” jawab cewek itu sambil duduk di depanku.
”Bόleh minta minum gak? Kita haus sekali, sudah 5 jam kita jalan muter-muter gak ketemu jalan sama όrang” lanjutnya kemudian.
Aneh juga pikirku, padahal perasaanku dari tadi pagi, sering sekali aku berpapasan dengan όrang-όrang atau rόmbόngan pecinta alam.
”Ada juga air putih, tuh di bόtόl atau mau kόpi, sekalian aku buatin?” jawabku.

Cewek yang berbicara denganku tadi ini tidak menjawab pertanyaanku, tapi langsung menghampiri bόtόl minum yang kutunjukan dan segera meminumnya dengan terburu-buru, sedangkan temannya yang satu lagi hanya memperhatikan dan kemudian meminta bόtόl minumku dengan santun.

Kuperhatikan saja tingkah mereka, cewek-cewek muda ini cakep juga khas ABG kόta, tapi saat itu mukanya kόtόr όleh debu dan keringat, kaόsnya cuma ditutupi jaket kain, celana jeans dan sepatu όlah raga warna hitam, ini sih mau piknik bukan mau naik gunung, abis gak bawa bekal atau peralatan sama sekali.
Mereka minum terus sampai puas kemudian tiduran disamping kόmpόr parafin yang sedang kugunakan untuk memasak air.

”Mas namanya siapa?” tanya cewek yang berambut pendek.
”Namaku Adek sedangkan ini temenku Lina” katanya lagi.
”Namaku burhan” jawabku pendek sambil mengulurkan tangan untuk berjabat tangan.
”Ada makanan gak, Mas? Adek laper banget nih..” tanya Adek tanpa basa basi kepadaku yang sedang memperhatikannya.
”Ada juga telor sama bubur instan kalό mau, sekalian aja masak mumpung airnya mendidih” jawabku.
Ternyata Adek tidak mau masak sendiri, dia terus berbaring dan minta tόlόng padaku untuk dimasakin.
”Wah kamu ini manja banget ya? Kenal aja barusan tapi udah nyuruh-nyuruh?” gόdaku pada Adek.
”Tόlόng deh Mas.. Adek capek banget” “Nanti gantian deh..” rayu Adek padaku.
”Gantian apa ya? Emang nanti kamu mau masak lagi? Bayarnya pake pijet aja ya?” sedikit gόdaku lebih lanjut.
”Maunya tuh.. tapi bereslah..” jawab Adek cuek sambil memejamkan matanya.
“kalian emang dari mana ?” tanyaku
“gag langsung balik kerombongannya, ntar di cariin lo”tambahku
“gpp mas mereka turun besok og, lagian deket disono campnya..” jawab Adek sambil nujuk arahsuatutenda



Kuperhatikan Lina, tapi dia ternyata diam saja, dan hanya mengangguk kecil ketika kutawarkan bubur. Sementara aku masak bubur instan, Adek kemudian bercerita kisahnya sampai dia dan Lina tersesat berduaan. Adek berangkat bersama serόmbόngan pecinta alam SMAnya. Waktu turun dari puncak masih bareng, tapi waktu masuk daerah pohon, perut Lina sakit, sehingga Adek menemani Lina mencari tempat untuk buang hajat, tetapi setelah selesai ternyata mereka tertinggal dan terpisah dari rόmbόngan.
Setelah buburnya siap segera saja pancinya kuberikan pada mereka untuk segera disantap. Msih saja Adek prόtes kόk tidak ada piringnya.
”Emangnya ini di warung” kataku cuek sambil tersenyum kearah Lina.
Lina hanya tersenyum tipis dengan bibir gemetar.
”kamu sakit ya Lin?” tanyaku.
”Nggak Mas hanya kedinginan” katanya pelan.
”Butuh kehangatan tuh Mas burhan” pόtόng Adek sekenanya.
Wah kaget juga aku mendengar celόteh Adek yang terkesan berani. Kuperhatikan keadaan sekitar yang sudah mulai berkabut dan langit gelap sekali. Waduh jangan-jangan sudah mau hujan. Segera saja kubereskan peralatanku.
”Masih pada kuat jalan nggak?” tanyaku pada 2 όrang cewek ini.
”Nanti kalau disini dicariin, bisa geger lo satu kalimati ini, dikira kalian hilang.. Mending kalό masih bisa jalan kuanter cepat ke rombongan kalian” lanjutku.
Baru saja selesai aku bicara, tiba-tiba ada kilatan petir disusul dengan suaranya yang keras.
”Duer!!”
Disusul dengan tiupan angin yang kencang membawa rintik-rintik air hujan.
”Nah lό.. benerkan, telat deh kalό ke tenda rombongan kalian” kataku sambil mematikan kόmpόr parafinku.
”Ya udah, cepet masuk tenda sana, cuaca lagi nggak bersahabat nih, bakal hujan deres disini!” perintahku sambil membereskan peralatanku yang lain karena hujan sudah mulai turun.
Aku, Adek, dan Lina segera berdesak-desakan di dalam tenda kecil parasut, sementara hujan semakin deras disertai bunyi angin yang keras, segera aku memasang lampu kemah kecil yang biasa kubawa kalau aku naik gunung. Lumayanlah cahayanya cukup untuk menerangi di dalam tenda ini. Sementara kurasa hari menjelang maghrib, dan hujan masih saja turun walau tidak deras.
Adek dan Lina duduk meringkuk berdampingan dihadapanku sambil tangannya mendekap kaki.
”Kamu masuk aja ke sleeping bag itu, kelihatannya kόk kamu kedinginan sekali” saranku pada Lina yang mulai menggigil kedinginan.
”Tapi cόpόt sepatunya” lanjutku kemudian.
Lina diam saja, tapi menuruti saranku. Akhirnya Adek dan Lina tiduran berhimpitan di dalam sleeping bag sambil berpelukan.
Kuperhatikan saja tingkah mereka berdua,
”Hei kalian pada ngόmόng dόng, jangan diem aja. Jadi serem nih suasananya” ucapku pada Adek dan Lina.
”Mas burhan gak kedinginan..” tanya Lina tiba-tiba.
”Ya dingin tό, siapa juga yang nggak kedinginan di cuaca seperti ini?” jawabku apa adanya.
”Kalian enak berduan bisa berpelukan gitu.. gak adil” kataku mencόba bercanda.
”Ya Mas burhan sini tό, kita berpelukan bertiga” kata Adek pendek, tak ada nada bercanda dalam nada όmόngannya.
”Waduh, gak salah denger nih?” pikirku.
Tak akan ada kesempatan kedua kalau hal ini kutanyakan lagi.
”Ya udah, kalian geser dόng. Biaraku bias berbaringjuga” kataku cuek sambil membuka resleting dan menjadikan selimut sleeping bagku.

Tidak sempat kuperhatikan ekspresi Lina atau Adek karena keadaannya yang remang-remang. Aku merebahkan diri disamping dua cewek yang baru kukenal ini, tak ada kata-kata atau kόmentar apapun, Walau awalnya aku merasa canggung tapi kelamaan aku pun telah di alam mimpi.
Dalam mimpiku itu berlanjaut aksikku (SENSOR)



Saat enak terlelap tiba terdengar suara, ternyataitu alarm di hp dan kulihat jam di HP sudah menunjukan pukul 05:00. Aku bermaksud melanjut kantidurku namun pikiranku merasa ada yang aneh, ternyata setelah aku pikir pikir.... aku langsung bangun.

“ jam**t nandi arek wedok loro iku ?” bahasa asliku keluar karena bingung

“ bener setankah mereka ?” pikirku

Dalam keadaan bingung dan takut, tiba tiba dari luar terdengar suaralangkah kaki yang mendekat kearah tendaku.Setelah itu terdengar resleting tenda depan dibuka. Sepontan aku menjauh dari pintu tenda.
“ eh mas burhan sudah bangun” kata Adek dengan santai
”Lόh, dari mana, kalian berduaan keluar og gag bilang?” jawabku menyembunyikan kekagetanku karena terpikir ada setan yang ingin menggodaku
“ni habis nganterin lina buang air kecil “ jawab adek sambil masuk kedalam tenda
“iya tadi kebelet, mau bangunin mas burhan takut ganggu mimpinya” lanjut lina

Setelah itu aku ajak mereka untuk masak bareng buat sarapan pagi, namun hanya lina saja yang membantu, sedang kansi adek cuman foto dan jadi komentator saja.
Selepas sarapana kusuruh mereka segera kembali kerombongannya, mereka mengiyakan saja.

“trima kasihya mas, sudah mau manpung kita semalam” ucap lina sambil tersenyum manis
“dada mas burhan “ lanjud adek sambil menarik lina menuju arah tenda tenda.

Aku hanya memperhatikan saja mereka sampai masuk kedalam tenda warna kuning besar. Setelah itu aku langsung membereskan barang dan membongkar tenda. Sambil mengepark barang sesekali kuperhatikan ke arah tenda yang di masuki kedua ABG tersebut dan kuperhatikan orang orang dalam rombongan itu.
selesai packing aku langsung cus menuju ranukumbolo dan ternyata teman teman kumasih disana menunggu ku. Dan mereka bilang nti sore saja kita turunnya.
Kala aku menikmati pemandangan di ranukumbolo, aku melihat romongan yang berada di tenda yang di masuki adek dan lina
“ mari mas “ sapasalah satu dari romongan itu yang lalu duduk disebelahku.
“ iya “ jawabku
"mau naik apa mau turun masnya ini ?" tanya mereka lagi
" dah mau turun ini" jawabku
"sudah 4 hari saya dan rombongan disini" Lanjudku
percakapan pun trus berlanjud hingga aku yakin merek satu sekolahan dengan lina dan Adek, ku perhatikan juga ya rombongan ini yang tadi pagi tendanya di masuki adek sama lina
"kenal sama adek dan lina dong kalian ?" tanyaku
"lina dan adek tu sapa ? lo kenal gak ?" mereka saling bertanya satu sama laen
akupun meneruskan menyebut nama lengkapnya dan setelah itu 2 anggota paling tua dari rombongan itu. dewi 30 tahun dan adit 29 tahun angkat bicara
"mas temen lama adek sama lina ?" tanya dewi pada ku
"iya pernah kenal saja ?" jawabku pendek
"di mana mas kenalnya ?" tanya adit
"iya disemeru ini, tepatnya sih di kalimati" jawabku
"lina dan adek itu jalannya lama banget ya, jam segini og belum sampai juga" lanjudku
" maksudnya mas ?" tanya dewi dengan expresi penasaran



belum sepat aku jawab hujan sudah mulai datang dari sisi timur ranu kumbolo, lalu aku ajak mereka ketenda, namun sebagian sudah lari menuju selter rakum, tinggal dewi dengan adit yang ikut ketenda dan aku kenalkan dengan teman temanku.
Sambil menunggu hujan kami pun ngopiria serta melanjudkan pembicaraan yang tadi tertunda.
“ wah kasihan nih lina sama adek, ujan gini masih belum sampai” celotehku mengawali percakapan.
“ lo maksudnya mas ?” Tanya dewi.
“ mereka rombongan kaliankan ?” jawabku.
“sebentar mas, kalau boleh saya tau , kapan mas burhan kenal dengan mereka ?” Tanya adit.

Aku dengan santai menceritakan kisah pertemuan ku dengan lina dan adekkemaren sore. Mereka awalnya tidak percanya, setelah aku perlihatkan foto saat aku dan lina masak tadi pagi, dewi langsung meneteskan air mata dan terus menangis. Aku dan teman teman ku bingung dengan apa yang sudah terjadi, mengapa dewi langsung seperti itu.
Dan ku tanyakan sebenarnya ada apa.
Adit yang terlihat masih tenang menjawab bahwa adek dan lina sudah meninggal 10 tahun yang lalu.Aku yang sedang meminum kopi sokat menyemburkan kopi di mulutku, karena kaget dan tidak percaya. Adit pun menceritakan, bahwa 10 tahun yang lalu mereka melakukan expedisi ke Semeru. Kala itu saat mereka sedang turun dari puncak ada kabut tebal, adek dan lina yang jalanya pelan terpisah dan hilang saat memasuki wilayah kelek/ kelik.Team SAR yang mencari mereka baru menemukan mereka setelah 1 minggu melakukan pencarian. Adek dan lina ditemukan mengambang di tengah danau ranu kumbolo dengan keadaan sudah tidak berbusana.

Saat adit menceritakan kisah tersebut, etah mengapa petir mulai menyabar disekita rakum, dewi yang sedari tadi hanya menangis tiba tiba lari keluar tenda

“LINA, ADEK KENAPA KALIAN MENEMUI ORANG LAIN..!!!” teriak dewi menhadap ranu.
kamipun bangkit dan mengejar dewi takut terjadi hal yang idak terduga

“dewi ayo balik ketenda” aja kadit

“ KENAPA KALIAN TAK MENEMUI AKU YANG JAUH JAUH KESINI UNTUK KALIAN!!!” teriak dewi lagi.

“ DEWI TELANGLAH, JANGAN SEPERTI INI !!!” teriak adit sambil menarik tangan dewi.

“ yang mengajak mereka ikut Mapala itu aku, yang memaksa mereka ikut pendakian itu aku” teriak dewi ke adit.

“aku yang mengajak langsung menunggu mereka di kalimati saja itu aku, aku yang membuat merekan terpisah dengan kita” lanjud dewi dengan nada pelan di sertai tangisannya.
Adit yang sudah tak mampu berkata kata lagi, hanya bias terduduk melihat kearah ranu kumbolo. Aku dan 4 temanku sengaja tidak ikut campur, dan membiarkan mereka meluapkan emosi mereka dahulu dan biar hujan saja yang perlahan memadamkan emosi mereka berdua.
Beberapa menit kemudian suasana bertambah mencekap karena tiupan angina membuat hujan makin deras. Di tengah suasana seperti itu, dari arah danau berjalan 3 orang wanita yang mendekati kami.

“ li..lina, adek” ucapku
Semua sontak melihat kearah 3 wanita tersebut.

“ dewi, adit kami disinitidak apa apa, karena kami berdua telah di jaga oleh bunda, semua yang sudah terjadi adalah suratan takdir, jadi kalian jangan menyalahkan diri sendiri lagi” pesan lina kepada dua sahabatnya itu.
“ mas burhan tolong ajak mereka ke tenda” minta lina
“ selamat tinggal” ucapa dek dan lina
Mereka menjauh dan akhirnya mengilang lagi.
Kami semua tidak ada yang bisa bergerak serta berbicara saat itu.
Selepas kejadian itu hujan berhenti, suasana menjadi lebih tenang. Aku dan 4 temanku mengajak adit dan dewi kembali ketenda untuk menggati baju kami yang basah.
Rombongan itu mendirikan tenda sebelah tenda tendaku dan memutuskan untuk besog pagi saja melanjudkan perjalanan menu juranu pane.

Malam kami habiskan dengan bernyanyi, bercanda, main kartu hingga semua tertidur, hanya aku saja yang masih bangun, dan sibuk mengayunkan bulpoin diatas buku catatanku, untuk menceritakan yang telah aku alami ini.

Cerita yang masih menyisakan banyak pertanyaan, tentang siapa wanita yang sangat cantik dan anggun tadi yang bersama lina ?, lalu siapa yang disebut bunda oleh lina tadi ?

“ kamu mau tau burhan ? Tanya seorang wanita padaku.

“ ah biarlah sudah, biar pertanyaan itu terjawab di sekuel selanjudnya” jawab ku pada wanita itu.


Sekian

Rabu, 08 Februari 2017

Mengapa Aku sebegitu Jahatnya



Mengapa aku masih saja menjadi orang yang jahat? menahanmu ketika kau berusaha membalikkan punggungmu dariku. Apakah aku memang terlahir sebagai tokoh antagonismu, tolonglah beritahu padaku mengapa aku selalu sejahat ini?

Kau semestinya berjalan tanpa kerikil di kakimu, bukan? tapi lihatlah aku bahkan mengikatmu agar tak pernah pergi dari hidupku. Mengapa aku sejahat ini? Tak bisakah setidaknya marahlah padaku? katakan sesuatu agar aku jera dengan caraku ini. Atau kah jika tidak berilah aku rasa sakit yang melebihi rasa sakit merindukanmu agar aku tahu cintaku rasa sakitnya hanya aku yang boleh memeluknya.

Karenanya kumohon katakanlah sesuatu padaku, jangan biarkan aku menjadi jahat terus menerus padamu. Setiap kali aku menangis karena merindukanmu, rasa sakitnya kujeritkan karena ketak-hadiranmu. Tapi apa salahmu? di sejak awal akulah yang menarikmu dan membuatmu bimbang, aku menarikmu di pusara rasa tak nyaman antara tak ingin menggenggam tapi enggan melepaskan.

Tapi tahukah, apa yang membuatku segigih ini dan sejauh ini masih begitu ego dengan perasaanku? Entah, tapi hatiku begitu percaya – kau bahkan lebih mencintaiku dari aku mencintaimu – ah kumohon jangan tertawakan ini

Maka maaf jika mana-mana yang salah dari yang dipikirkan hatiku. Aku hanya ingin mengatakan ini – Aku mencintaimu, dan jika ada yang menyakitimu dan itu adalah aku. Katakanlah, aku berjanji akan pergi dan tidak akan pernah lagi menjadi jahat untukmu.

Tak perlu lagi menjaga perasaanku, bagiku tak ada yang lebih melukaiku. Dari kau merasa tak nyaman karenaku. Kau tahu bukan, ingin bersamamu bukan agar nanti ku peluk kebahagian. Aku hanya meyakini di sisimu entah aku, entah kamu kita akan melewati apapun aral melintang di depan kita. Karenanya jika saja perasaanku tak sampai padamu, jangan pernah memaksakan perasaanmu.

Selasa, 10 Januari 2017

Semua Tentang Kita Memang Belum Hilang, Tapi Aku Harus Mengucapkan Selamat Tinggal

For burhan
3 September 2012


Aku tahu sulit rasanya melupakan kita yang dulu, padahal kamu begitu mudah melupakan kita, kita yang pernah ada. Kamu tau yang tersulit itu bukan mengucapkan selamat tinggal, tetapi membiasakan diri tanpa kamu dan di saat aku melewati tempat yang pernah ada aku dan kamu, pernah ada kisah cinta kita.
Jejakmu tertinggal di tempat yang pernah kita singgahi. Masa ada aku dan kamu, dan pasti ada kita, aku sebut itu masa lalu kita. Setidaknya kamu pernah membuat aku jatuh cinta, membuatku nyaman, pernah membuatku bahagia. Kamu ingat kamu pernah janji kepadaku, kalau kamu tidak akan pernah meninggalkanku, tapi itu basi, kayak makanan yang kamu diamkan berhari-hari.
Kamu meninggalkan aku dan kamu pernah bilang tidak ada kata pisah. Tetapi aku lelah, lelah berharap pada kata-kata seperti yang kamu bilang malam itu. Rasa sakit itu takkan pernah kamu tau. Rasanya kehilangan orang yang selalu membuatmu tersenyum. Nyatanya apa, kamu membuatku menangis.
Aku ingin tertawa bahagia, tetapi kamu tau sampai saat ini aku belum menemukan hari di mana aku bisa terseyum lepas dan bahagia seperti bersamamu. Ingat tempat makan yang pernah kita kunjungi? Tempat di mana ada aku dan kamu menjadi kita. Tempat sederhana yang penuh kenyamanan di mana kamu membuat aku bahagia, di mana kamu mengikrar janji tidak akan meninggalkan aku, tapi nyatanya kamu pergi.
Malam itu sangat indah karena aku yakin aku akan jadi milik kamu selamanya, tetapi kenyataan berkata lain, itu hanya bualan yang kamu kasih ke aku. Kamu dengan tenang pergi meninggalkan aku bersama kebahagian kenangan yang kita rajut bersama. Untuk apa malam itu kamu memberikan bunga dan cincin itu kalau ternyata kamu pergi?
Tetapi sekarang aku berdiri di sini menatap kekosongan, menatap kesepian kehilangan kamu yang pernah ada di samping aku selalu membuat tertawa bahagia. Sekarang hanya tinggal kenangan dan luka yang memberkas di hati.


Selamat tinggal kenangan.

Selasa, 13 Desember 2016

KESALAHAN-KESALAHAN KETIKA MENDAKI GUNUNG MENURUT SYARIAT ISLAM



01. Berniat mendaki gunung untuk perkara-perkara yang diharamkan syariat, seperti:
– Kesyirikan : Untuk mengirimkan sesajen kepada sesembahan selain Allah (penghuni gunung, dewa/dewi, jin, setan, dan semisalnya), bertawassul, mencari/meminta wangsit, menyembelih, bernazar,  bertabarruk (mencari barakah) kepada jin, penghuni gunung, tempat keramat, atau orang yang sudah mati dan dikuburkan di gunung.
– Kebid’ahan : Untuk melakukan upacara, ritual atau acara2 yang bid’ah dan tidak disyariatkan di gunung, seperti Sedekah Gunung, Sedekah Bumi, Hari Ulang Tahun, dll.
– Kemaksiatan : Untuk melakukan perbuatan mesum atau maksiat di gunung, seperti yang terjadi di gunung Kemukus.
Dari Amir Mukminin Abi Hafsh Umar bin Al-Khaththab radhiyallahu ‘anhu berkata: Aku mendengar Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: ”Sesungguhnya segala amal tergantung pada niatnya, dan sesungguhnya setiap orang mendapatkan apa yang diniatkannya. Barangsiapa yang hijrahnya karena Allah dan rasul-Nya, maka hijrahnya karena Allah dan rasul-Nya. Dan barangsiapa yang hijrahnya karena dunia yang akan diraihnya atau wanita yang akan dinikahinya, maka hijrahnya kepada apa yang diniatkannya.” (HR. Bukhari dan Muslim).
02. Melakukan acara atau ritual ‘Selamatan’ sebelum mendaki gunung.
Biasanya acara ini dilakukan oleh pihak keluarga yang salah seorang keluarganya ada yang pergi mendaki gunung. Acara ini termasuk bid’ah yang mengada-ada.
Dari ‘Aisyah radliyallâhu ‘anha dia berkata, Rasulullah Shallallâhu ‘alaihi Wa Sallam bersabda, “Barangsiapa yang mengada-ada (memperbuat sesuatu yang baru) di dalam urusan kami ini (agama) sesuatu yang bukan bersumber padanya (tidak disyari’atkan), maka ia tertolak.” (HR.al-Bukhari)
Di dalam riwayat Imam Muslim dinyatakan, “Barangsiapa yang melakukan suatu amalan yang bukan termasuk urusan kami (agama), maka ia tertolak.”
03. Memaksakan diri untuk pergi mendaki gunung walaupun tidak mendapat izin dan restu dari orangtua.
Seseorang datang kepada Nabi shalallahu ‘alaihi wasallam meminta izin untuk pergi Jihad, maka Nabi shalallahu ‘alaihi wasallam bertanya kepadanya, “Apakah kedua ibu bapakmu masih hidup?”
Laki-laki itu menjawab, “Ya.”
Maka Nabi shalallahu ‘alaihi wasallam bersabda, “Tinggallah dengan kedua orangtuamu, maka itulah Jihadmu.”
Ibnu Hajar rahimahullah berkata, “Hadits di atas dijadikan dalil haramnya safar tanpa izin orangtua. Karena menakala Jihad dilarang, padahal keutamaannya sangat agung, maka safar yang mubah tentu lebih dilarang…” (Fathul Bari, VI/174).
04. Tidak memilih pemimpin atau ketua perjalanan.
Diriwayatkan dari Abu Sa’id al Khudri, bahwa Rasulullah shalallahu ‘alaihi wasallam bersabda, “Jika tiga orang keluar untuk bepergian, maka hendaklah mereka mengangkat salah seorang dari mereka untuk menjadi pemimpin.” (Shahih Abi Dawud, no. 2608).
05. Mampir untuk meminta izin dan keselamatan kepada kuncen atau juru kunci gunung tersebut.
Ini adalah perkara yang membahayakan aqidah dan bisa terjerumus kepada perbuatan Syirik Akbar. Berbeda halnya jika meminta izin kepada petugas khusus yang berwenang dalam masalah ini, maka hal ini dibolehkan, bahkan bisa diwajibkan.
Allah Tabaraka wa Ta’ala berfirman, “Hanya kepada-Mu kami beribadah dan hanya kepada-Mu kami mohon pertolongan.” (al Fatihah: 5)
Dan sabda Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam:
“Apabila kamu meminta, maka mintalah kepada Allah dan bila kamu minta pertolongan, maka mintalah pertolongan kepada Allah.” (HR.Tirmidzi: Hasan Shahih)
Rasulullah shalallahu alaihi wasallam bersabda, “Allah berfirman: Aku tidak butuh pada sekutu-sekutu itu, barangsiapa yang beramal dengan amalnya itu dia mempersekutukan Aku dengan yang lainnya, maka akan Ku-tinggalkan dia bersama sekutunya.” (HR.Muslim)
06. Mempercayai dan menyakini adanya cerita-cerita khurafat, mistis, tahayul di gunung dan yang menyalahi ajaran Islam.
Al-Bukhari dan Muslim meriwayatkan dari Zaid bin Khalid Radhiyallahu ‘anhu, katanya: Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa Sallam telah mengimami kami dalam shalat Shubuh di Hudaibiyah setelah semalamnya turun hujan. Ketika usai shalat, beliau menghadap kepada orang-orang lantas bersabda: “Tahukah kamu apa yang difirmankan oleh Tuhanmu?” Mereka menjawab: “Allah dan Rasul-Nya yang lebih mengetahui.” Beliau pun bersabda: “Dia berfirman: Pagi ini di antara hamba-hamba-Ku ada yang beriman dan ada pula yang kafir. Adapun orang yang mengatakan: ‘Telah turun hujan kepada kita berkat karunia dan rahmat Tuhan, dia beriman kepada-Ku dan kafir kepada bintang’. Sedangkan orang yang mengatakan: ‘Telah turun hujan kepada kita karena bintang ini, atau bintang itu’, dia kafir kepada-Ku dan beriman kepada bintang.”
07. Membawa barang-barang yang diharamkan selama pendakian dan menggunakannya, seperti jimat, khamer (minuman keras), alat musik, rokok, lonceng, dll.
Dari Abu Hurairah bahwa Rasulullah shalallahu ‘alaihi wasallam bersabda, “Malaikat tidak akan menyertai rombongan yang di dalamnya ada anjing dan lonceng.” (HR: Bukhari).
08. Wanita safar tanpa didampingi oleh mahramnya.
Dari Abu Hurairah, dia berkata, Rasulullah shalallahu ‘alaihi wasallam bersabda, “Tidak halal bagi seorang wanita yang beriman kepada Allah dan hari akhir melakukan perjalanan sejauh sehari semalam kecuali bersama seorang mahram.” (HR: Bukhari dan Muslim).
09. Ikhtilath (bercampur baur antara laki-laki dengan wanita yang bukan mahram) dan khalwat (berduaan dengan lawan jenis yang bukan mahram) selama pendakian, apalagi jika sampai satu tenda.
Dari Ibnu Abbas, bahwasanya Rasulullah shalallahu ‘alaihi wasallam bersabda, “Jangan sekali-kali salah seorang dari kamu bersendirian dengan seorang wanita kecuali bersama mahramnya.” (HR: Bukhari dan Muslim).
10. Meninggalkan kewajiban agama seperti shalat yang lima waktu, walaupun dalam kondisi yang memberatkan dan menyulitkan.

Dari Jabir bin Abdillah Radhiallaahu anhu Rasulullah Shalallaahu alaihi wa Sallam bersabda, “ Pemisah antara seseorang dengan kesyirikan dan kekafiran adalah dengan meninggalkan shalat” (HR: Muslim)
“Perjanjian antara kita dengan mereka (orang kafir) adalah shalat, barangsiapa meninggalkannya sungguh dia telah kafir.” (HR: Ahmad, At-Turmudzi, An-Nasa’i dan yang lainnya)
11. Tidak menjama’ dan mengqashar shalat selama pendakian jika ia seorang musafir.
Dari Ibnu Abbas, ia berkata, “Melalui lisan Nabi kalian, Allah mewajibkan kalian shalat empat rakaat saat mukim, dua rakaat ketika bepergian, dan satu rakaat di kala takut.” (Hadits Shahih. HR: Muslim, Ibnu Majah, Abu Dawud, An Nasa’i).
Dari Ibnu Umar, dia berkata, “Aku pernah menyertai perjalanan Rasulullah shalallahu ‘alaihi wasallam. Beliau tidak pernah shalat lebih dari dua rakaat hingga wafat. Aku juga pernah menyertai perjalanan Abu Bakar. Dia tidak pernah shalat lebih dari dua rakaat hingga wafat. Aku juga pernah menyertai perjalanan Umar. Dia tidak pernah shalat lebih dari dua rakaat hingga wafat. Selain itu, aku juga pernah menyertai perjalanan Utsman. Dia tidak pernah shalat lebih dari dua rakaat hingga wafat…” (HR: Muttafaqun ‘alaih).
12. Sudah menjama’ dan mengqashar shalat sebelum meninggalkan tempat kediamannya atau sebelum memasuki daerah lain jika ia hendak safar.
Anas berkata, “Aku shalat zhuhur empat rakaat bersama Nabi di Madinah. Adapun di Dzul Hulaifah, kami shalat dua rakaat.” (HR: Bukhari, Muslim, Abu Dawud).
Ibnul Mundzir berkata, “Aku tidak tahu bahwa Nabi pernah mengqashar shalat pada setiap safarnya melainkan setelah meninggalkan Madinah.” (Fiqhus Sunnah, I/240, 241).
13. Tidak mengetahui tata cara menjama’ dan mengqashar shalat.
14. Tidak mengetahui tata cara tayammum.
Dari Abu Dzar bahwasanya Rasulullah shalallahu ‘alaihi wasallam bersabda, “Sesungguhnya tanah yang suci adalah alat bersuci bagi seorang muslim sekalipun dia tidak mendapatkan air sepuluh tahun.” (HR. Nasa’i (321), Tirmidzi (124), Abu Dawud (332), Ahmad (5/160). Tirmidzi berkata, “Hadits hasan shahih.”)
15. Memaksakan bersuci dengan air padahal persediaan air terbatas dan kurang.
Rasulullah shalallahu ‘alaihi wasallam bersabda, “Artinya : Mudahkanlah, janganlah mempersulit dan membikin manusia lari (dari kebenaran) dan saling membantulah (dalam melaksanakan tugas) dan jangan berselisih” (Hadits Riwayat Bukhari dan Muslim).
16. Berpakaian dengan menampakkan aurat selama pendakian.
 Yaitu laki-laki berpakaian yang menampakkan paha atau bagian dibawah pusarnya, begitu juga isbal (memanjangkan pakaian di bawah mata kaki) bagi laki-laki, sedangkan untuk wanita berpakaian tanpa hijab/jilbab syar’i, memakai pakaian ketat dan celana panjang.
Dari Abu Said Al-Khudri Radhiyallahu anhu, Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam telah bersabda, “Artinya : Tidak diperbolehkan bagi orang laki-laki melihat aurat laki-laki, dan wanita melihat aurat wanita…” (Hadits Riwayat Muslim).
17. Mengotori dan merusak lingkungan, seperti:
– Membuang sampah sembarangan dan tidak membawa turun sampah yang dibawanya.
– Mengotori sumber air.
– Mencemari air, tanah dan udara dalam jangka lama.
– Mencorat-coret batu, pohon, pos shelter.
– Menebang pohon tanpa batas dan berlebihan.
– Mengambil atau mencuri flora dan fauna yang langka tanpa izin dan yang terlarang.
– Lalai dan sembrono hingga mengakibatkan kebakaran hutan dan savana.
– dll.
Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman, yang artinya:
“Dan janganlah kamu berbuat kerusakan di bumi setelah (diciptakan) dengan baik. Berdoalah kepada-Nya dengan rasa takut dan penuh harap. Sesungguhnya rahmat Allah sangat dekat kepada orang yang berbuat kebaikan.” (Qs.Al A’raf: 56).
” Dan apabila dia berpaling (dari kamu), dia berjalan di bumi untuk mengadakan kerusakan padanya, dan merusak tanam-tanaman dan binatang ternak, padahal Allah tidak menyukai kebinasaan.” (QS. Al Baqarah: 205).
18. Buang hajat (Buang Air Kecil dan Buang Air Besar) di tempat umum, tempat-tempat yang dilalui manusia, dan di sumber air atau yang tidak mengalir.
Dari Abu Hurairah, sesungguhnya Rasulullah shalallahu ‘alaihi wasallam bersabda, “Jauhilah oleh kalian dua hal yang bisa mendatangkan laknat!” Mereka bertanya, “Apakah dua hal itu wahai Rasul?” Beliau bersabda, “Orang yang buang hajat di jalanan umum, atau di tempat teduh mereka.” (HR: Muslim).
Dari Jabir, sesungguhnya Rasulullah shalallahu alaihi wasallam melarang buang air kecil di air yang diam (tidak mengalir).” (HR: Muslim).
19. Tidak memadamkan api ketika hendak tidur atau pergi.
Dari Ibnu Umar, dari Nabi shalallahu ‘alaihi wasallam, bahwa beliau bersabda, “Jangan kalian membiarkan api menyala di rumah kalian ketika kalian tidur!” (HR: Bukhari dan Muslim).
20. Tidur beramai-ramai dalam satu selimut.
Dari Abu Said Al-Khudri Radhiyallahu anhu, Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam telah bersabda, “Artinya : …Dan tidak boleh seorang laki-laki dengan orang laki-laki lain dalam satu selimut, dan wanita dengan wanita lain dalam satu selimut”. (Hadits Riwayat Muslim).
21. Bercerai berai dan berpisah diri dari kelompoknya ketika singgah di suatu tempat.
Diriwayatkan dari Abu Tsa’labah, bahwa ketika suatu saat Rasulullah shalallahu ‘alaihi wasallam singgah (disuatu tempat), maka para Shahabat memilih tempat berhenti yang terpisah-pisah. Maka beliau shalallahu ‘alaihi wassallam bersabda, “Sesungguhnya terpisah-pisahnya kalian di celah gunung dan lembah ini dari syaithan.” (Shahih Abi Dawud, no. 2628).
22. Tidak membagi atau memakan makanan secara adil ketika makan bersama-sama dalam kelompoknya, kecuali jika sudah diizinkan oleh sahabat-sahabatnya.
Dari Jabalah ibn Suhaim, dia berkata, “Kami mengalami musim Paceklik bersama Ibnu Zubair, tiba-tiba kami mendapat rizki kurma. Waktu Abdullah bin Umar lewat, kami sedang makan, maka dia berkata, “Jangan kalian makan dua butir kurma sekaligus karena Nabi shalallahu ‘alaihi wasallam melarang perbuatan qiran tersebut”; kemudian dia berkata, “Kecuali orang itu minta izin kepada kawannya.”(HR: Bukhari dan Muslim).
23. Mencela cuaca (angin, hujan, dingin, panas, dsb) di gunung.
Firman Allah Ta’ala (artinya): “Dan kamu membalas rezeki (yang telah dikaruniakan Allah) kepadamu dengan mengatakan perkataan yang tidak benar.” (Al-Waqi’ah: 82)
Dari Abu Hurairah, dia berkata, “Aku mendengar Rasulullah shalallahu ‘alaihi wasallam bersabda, “Angin itu termasuk rahmat Allah, dia datang membawa rahmat, dan bisa juga membawa adzab (siksa), maka jika kalian melihatnya janganlah kalian mencelanya, dan mintalah (kepada Allah) kebaikan yang dibawanya, serta berlindunglah dari kejahatan yang ditimbulkannya.” (HR: Abu Daud dengan sanad hasan).
24. Sombong tatkala mendaki gunung.
Allah Ta’ala berfirman, “Janganlah kamu berjalan di muka bumi ini dengan sombong, karena sesungguhnya kamu sekali-kali tidak dapat menembus bumi dan sekali-kali kamu tidak akan sampai setinggi gunung.” (QS. Al Isra’: 37).
25. Tidak mentaati ketua atau pemimpin rombongan, kecuali jika disuruh bermaksiat dan melanggar peraturan.
Dari Abdullah bin Umar dari Nabi shalallahu ‘alaihi wa sallam bersabda : “Wajib bagi setiap muslim untuk mendengar dan taat (kepada pemimpin), baik dalam perkara yang dia senangi maupun yang dia benci, kecuali kalau dia diperintah dalam perkara maksiat, maka dia tidak boleh mendengar atau taat.” (HR. Bukhari 4/329 Musnad 3/1469)

26Tidak mempersiapkan dan membekali diri dengan baik karena merasa sudah biasa dan mampu, sehingga bisa memudharatkan diri sendiri bahkan bisa membunuh diri sendiri.
Karena tidak dipungkiri bahwa naik gunung itu termasuk kegiatan beresiko, selain itu juga bisa merepotkan dan menyusahkan teman.

Allah Ta’ala berfirman, “…dan janganlah kamu menjerumuskan dirimu sendiri ke dalam kebinasaan.” (QS Al-Baqarah: 195)

Rasulullah shalallahu ‘alaihi wasallam bersabda, “Tidak boleh memudharatkan diri sendiri dan memudharatkan orang lain.” (HR Malik II/745)

Wallahu a’lam
Referensi:
– “Al Wajiz fi Fiqhis Sunnah wal Kitabil ‘Aziz”, oleh Dr. Abdul ‘Azhim bin Badawi al Khalafi.
– “Riyadhus Shalihin”, oleh Imam An Nawawi.
– “Mantan Kiai Meluruskan Ritual-ritual Kiai Ahli Bid;ah Yang Dianggap Sunnah” oleh H. Mahrus Ali.
– “Pedoman Safar”, oleh Syaikh Sa’id bin Ali Wahf al Qahthani, Syaikh Abdul Aziz bin Baz, dan Azhari Ahmad Mahmud, diterbitkan oleh Pustaka Ibnu Umar, cetakan pertama tahun 2010.
– Majalah Al-Furqon Edisi 2 Th. II 1423H.

Minggu, 06 November 2016

Success is just so simple

Tuhan yang Maha Baik memberi kita ikan,
tetapi kita harus mengail untuk mendapatkannya.
Demikian juga Jika kamu terus menunggu waktu yang tepat,
Mungkin kamu tidak akan pernah mulai.
Mulailah sekarang... Mulailah di mana kamu berada sekarang dengan apa adanya.
Jangan pernah pikirkan kenapa kita memilih seseorang untuk dicintai,
tapi sadarilah bahwa cintalah yang memilih kita untuk mencintainya.

Perkawinan memang memiliki banyak kesusahan,
tetapi kehidupan lajang tidak memiliki kesenangan.
Buka mata kamu lebar-lebar sebelum menikah,
dan biarkan mata kamu setengah terpejam sesudahnya.
Menikahi wanita atau pria karena kecantikannya atau ketampanannya
sama seperti membeli rumah karena lapisan catnya.

Harta milik yang paling berharga bagi seorang pria di dunia ini adalah.. hati seorang wanita.
Begitu juga Persahabatan, persahabatan adalah 1 jiwa dalam 2 raga Persahabatan sejati layaknya kesehatan, nilainya baru kita sadari setelah kita kehilanganNya.
Seorang sahabat adalah yang dapat mendengarkan lagu didalam hatiMu
dan akan menyanyikan kembali tatkala kau lupa akan bait-baitnya.
Sahabat adalah tangan Tuhan untuk menjaga Kita.
Rasa hormat tidak selalu membawa kepada persahabatan,
tapi Jangan pernah menyesal untuk bertemu dengan orang lain...
tapi menyesal-lah jika orang itu menyesal bertemu dengan kamu.

Bertemanlah dengan orang yang suka membela kebenaran.
Dialah hiasan dikala kamu senang dan perisai diwaktu kamu susah.
Namun kamu tidak akan pernah memiliki seorang teman,
jika kamu mengharapkan seseorang tanpa kesalahan.
Karena semua manusia itu baik kalau kamu bisa melihat kebaikannya
dan menyenangkan kalau kamu bisa melihat keunikannya
tapi semua manusia itu akan buruk dan membosankan
kalau kamu tidak bisa melihat keduanya.
Begitu juga Kebijakan, Kebijakan itu seperti cairan,
kegunaannya terletak pada penerapan yang benar,
orang pintar bisa gagal karena ia memikirkan terlalu banyak hal,
sedangkan orang bodoh sering kali berhasil dengan melakukan tindakan tepat.

Dan Kebijakan sejati tidak datang dari pikiran kita saja,
tetapi juga berdasarkan pada perasaan dan fakta.
Tak seorang pun sempurna.
Mereka yang mau belajar dari kesalahan adalah bijak.
Menyedihkan melihat orang berkeras bahwa mereka benar meskipun terbukti salah.
Apa yang berada di belakang kita dan apa yang berada di depan kita
adalah perkara kecil berbanding dengan apa yang berada di dalam kita.
Kamu tak bisa mengubah masa lalu....
tetapi dapat menghancurkan masa kini dengan mengkhawatirkan masa depan.
Bila Kamu mengisi hati kamu...
dengan penyesalan untuk masa lalu dan kekhawatiran untuk masa depan,
Kamu tak memiliki hari ini untuk kamu syukuri.
Jika kamu berpikir tentang hari kemarin tanpa rasa penyesalan dan hari esok tanpa rasa takut,
berarti kamu sudah berada di jalan yang benar menuju sukses























Rabu, 02 November 2016

Adventure bromo


by : dea


Inilah gunung yg ketenaranya sudah mendunia menjadi bahasan guede books kelas dunia dan menjadi dambaan traveller dunia
image
Awalya kami beramai ramai  naik sepeda motor agar lebih murah biaya awalya banyak yg ikut tapi karena sibuk akhirya cuma kami bertiga dg naik bus  perjalanan dari surabaya ke probolingo lumayan lancar sedikit tersendat di porong
Begitu masuk probolingo kita bisa melihat banyak turis berkeliaran apalagi kalu bukan menuju bromo
Perjalanan dari probolingo ke sukapura dg mobil bison yg ngetem dari terminal probolingo belok kiri  perorang di tarik 25 ribu untuk sampai di sukapura perjalanan dari probolingo ke ngadisari medanya menanjak dan berliku liku udara dingin menusuk
Sesampai di sukapura ngadisari banyak orang yg menawarkan jasa penyewaan penghinapan atau jip dan ojek yg bisa mengantar ke bromo
Setelah mendapat penghinapan kami berjalan jalan melihat pemandagan bromo dari ketingian
image
Jam 4 pagi kami bersiap siap berangkat dg jasa ojek untuk meliat matahari terbit dari penanjakan  ternyata di sana udah ramai orang orang meski dingin menusuk tulang dan cuaca yg berkabut tebal
Setelah menikmati moment sunrise
Kami melanjutkan perjalanan ke gunung bromo.gunung yg masih aktif dan secara teratur mengeluarkan asap dg ketingian mencapai 2392 Mdpl.
image
Mendaki kawah bromo kita harus trakking kurang lebih 1 km dari parkiran jip atau bisa juga mengunakan jasa kuda 50 rb sekali jalan, tapi kami memilih jalan kaki aja
untuk bisa berada di tepi kawah dg naik anak tangga 249 buah lost very long sangat melelahkan harus berhenti berkali kali untuk sampai ke puncak
image
image
image
Setelah puas berlama lama dipingir kawah bromo kamipun turun  slow must go on ke padang savana ato bisa juga di sebut bukit teletabis
image
image
Ini foto padang savana

image
Setelah dari padang savana kami meluncur ke pasir berbisik di situ kita akan melihat lautan pasir dg luas mencapai 5,250 H dg pemandangan yg sangat indah karena di kelilingi banyak gunung di sekelilingya
Setelah puas menikmati keindahan  bromo kami kembal

Selasa, 01 November 2016

Cinta Yang Tersembunyi

Berjuta waktu…
Aku habiskan hanya untuk melihatmu
Beratus ratus hari
Aku habiskan hanya untuk melihat senyummu

Mungkin kau tidak tau aku bersembunyi
Dibelakang bayang banyangmu…
Bersembunyi
Didalam selimut hati…

Sungguh …
Aku tak bisa melupakanmu…
Atau hilang dari bayang bayangmu
Walau beribu kerikil kecil pun
Aku sanggup melewatinya untukmu

Tapi…
Apakah engkau tau itu
Melihatmu pun tak cukup bagi ku
Aku ingin engkau melihatku

Melihatku bukan karena aku penggemarmu
Melihatku bukan karena aku pengagummu
Tetapi

Melihatku Belahan jiwamu